Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memperluas layanan Transjakarta menjadi Transjabodetabek guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tujuan ini adalah untuk mengubah orientasi penggunaan kendaraan dari pribadi menjadi umum. Jakarta, yang sedang menuju status sebagai kota global pada tahun 2045, masih menghadapi tantangan dalam sektor transportasi. Oleh karena itu, Pemprov DKI terus berupaya mengembangkan sistem transportasi yang lebih baik dan terintegrasi. Salah satu langkah yang akan diambil adalah pengembangan Transit Oriented Development (TOD) untuk memberikan kemudahan bagi warga dari berbagai daerah. Apel Operasi Lintas Jaya 2025 yang dihadiri oleh Pramono bertujuan untuk meningkatkan tertib berlalu lintas di Jakarta. Operasi ini melibatkan 1.470 personel gabungan dari berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya. Pramono menjelaskan bahwa Operasi Lintas Jaya 2025 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran transportasi selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025. Selama tiga tahun terakhir, Operasi Lintas Jaya telah berhasil melakukan ratusan ribu penindakan untuk meningkatkan kedisiplinan dan keselamatan pengguna jalan. Pramono berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjadikan Jakarta lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua.
Pemprov DKI Perluas Layanan Transjakarta ke Transjabodetabek
RELATED ARTICLES








