Tuesday, February 10, 2026
HomeFinansialRupiah Melemah Akibat Kekhawatiran Eskalasi Perang Dagang

Rupiah Melemah Akibat Kekhawatiran Eskalasi Perang Dagang

Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini akibat kekhawatiran para investor terhadap eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Kanada. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pelemahan kurs rupiah dipengaruhi oleh ancaman Trump untuk meningkatkan tarif Kanada dua kali lipat, yang telah menimbulkan ketegangan di pasar. Trump telah mengumumkan kenaikan tarif dari 25 persen menjadi 50 persen atas baja dan aluminium, yang kemudian dibalas oleh Ottawa dengan menerapkan pajak 25 persen pada ekspor listrik ke AS.

Selain itu, sentimen negatif terhadap rupiah juga muncul dari proyeksi Goldman Sachs Group Inc. terkait defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia yang diprediksi akan semakin melebar dan mendekati batas 2,9 persen pada tahun 2025. Goldman Sachs turut menurunkan peringkat obligasi negara tenor 10 dan 20 tahun menjadi netral, serta menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight.

Para analis Goldman Sachs menyoroti risiko ekonomi yang dipicu oleh langkah pemerintah, seperti realokasi anggaran dan perluasan kebijakan perumahan untuk keluarga berpenghasilan rendah, yang dikhawatirkan dapat memperburuk defisit. Turunnya rating obligasi dapat memicu kenaikan imbal hasil obligasi yang pada akhirnya akan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Meskipun rupiah mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan hari Rabu di Jakarta, namun hal ini tidak serta membuat investor kehilangan harapan. Semua pihak tetap berharap agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah dapat memberikan hasil positif bagi nilai tukar rupiah.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer