Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa proses pengambilalihan atau akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) diharapkan dapat selesai sekitar dua bulan setelah agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) berlangsung. Nixon mengatakan bahwa dana yang akan digunakan untuk pengambilalihan BVIS berkisar antara Rp1,5 triliun hingga Rp1,6 triliun, untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) milik BVIS serta loan equity dari sisi aset BVIS.
Setelah proses akuisisi rampung, Nixon menyatakan bahwa model bisnis BVIS akan mengikuti BTN Syariah dengan fokus pada bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah. BTN akan melaksanakan RUPST pada 26 Maret mendatang, di mana salah satu agenda yang dibahas adalah persetujuan pengambilalihan saham Bank Victoria Syariah oleh BTN.
Apabila persetujuan dari pemegang saham diperoleh dalam RUPST, proses selanjutnya akan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyelesaian syarat-syarat lainnya, yang diharapkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan. BTN berencana untuk memisahkan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN dan mengintegrasikannya ke dalam Bank Victoria Syariah untuk menciptakan sebuah bank umum syariah (BUS) baru.
BTN memperkirakan proses pemisahan UUS akan dilakukan pada bulan Oktober mendatang. Sebelumnya, BTN telah mengumumkan rencana akuisisi BVIS pada bulan Januari. BTN juga menargetkan BTN Syariah akan menjadi BUS pada tahun ini, seiring dengan pertumbuhan aset yang signifikan hingga mencapai Rp61 triliun pada akhir 2024 dari Rp2,25 triliun pada tahun 2009.







