Jakarta International Expo (JIEXPO) mengungkapkan bahwa Jakarta Lebaran Fair (JLF) 2025 didominasi oleh produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan persentase mencapai 60%. Dari sekitar 400–450 unit yang tersedia, sebanyak 60% merupakan produk UMKM, termasuk makanan, fesyen, dan kerajinan. JLF 2025 diadakan mulai tanggal 19 Maret hingga 6 April 2025 dengan kapasitas sekitar 450 hingga 500 stan, menunjukkan komitmen untuk menjadi pameran yang dinantikan oleh masyarakat.
Ralph Sceunemann, Direktur Pemasaran JIEXPO, menjelaskan bahwa Jakarta Lebaran Fair memiliki dua fase, yaitu selama bulan puasa dan setelah Lebaran. Acara akan disesuaikan dengan suasana dan tema yang tepat untuk setiap fase. Target transaksi selama pameran tersebut mencapai Rp450 miliar hingga Rp500 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 500.000 orang.
Pameran ini memanfaatkan momen bulan puasa dan liburan Lebaran untuk menarik pengunjung dari berbagai daerah. Di tahun sebelumnya, JLF berhasil menarik sekitar 350.000 pengunjung selama 19 hari dengan total transaksi mencapai Rp250 miliar hingga Rp300 miliar. Dengan demikian, JLF terus menjadi destinasi liburan Lebaran favorit bagi masyarakat, baik dari Jakarta maupun dari daerah sekitarnya.








