Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari, mengungkapkan peran perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam sidang Komisi Status Perempuan ke-69 di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di AS. Selama sidang tersebut di New York pada Rabu (12/3), Diah menyatakan bahwa kesetaraan gender masih merupakan isu yang belum terselesaikan, meskipun sudah lama sejak Kartini menyuarakan kesetaraan gender. Menurutnya, tindakan afirmatif diperlukan untuk mengatasi hambatan yang meminggirkan perempuan dan anggota parlemen perlu memaksimalkan peran mereka dalam memajukan agenda kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Tema sidang yang relevan dengan “Parlemen dan Beijing +30: Melawan Kemunduran dan Mengubah Paradigma Menuju Kesetaraan Gender” juga disoroti dalam pertemuan tersebut. Sidang CSW ke-69 berlangsung pada 10-21 Maret 2025, dengan fokus pada peran Beijing Declaration and Platform for Action dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.








