Pasar modal Indonesia mengalami pergerakan yang cenderung negatif hari ini, dengan IHSG diprediksi akan mengalami koreksi. Adanya kekhawatiran terkait eskalasi perang dagang antara AS dan mitra dagangnya memberikan tekanan pada pasar saham. IHSG dibuka dengan kenaikan tipis namun masih berpotensi mengalami koreksi dalam rentang level support 6.340 atau 6.470, dan level resistance 6.550 atau 6.600. Di sisi lain, dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi pada produk alkohol dari UE. Diperkirakan data neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari akan kembali surplus, sejalan dengan perlambatan konsumsi domestik. Sentimen positif dari Eropa juga ikut mempengaruhi pasar saham, meskipun tetap ada tantangan di depan. Selain itu, indeks Wall Street AS mengalami kenaikan tajam setelah ketidakpastian kebijakan tarif pemerintahan Trump. Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times juga mengalami kenaikan. Saat ini, kondisi pasar modal global masih dipengaruhi oleh situasi perang dagang dan sentimen politik yang menjadi perhatian investor.








