Striker timnas Indonesia Rafael Struick mengungkapkan penyesalannya terkait hasil dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain dan China pada Oktober tahun lalu. Meskipun Indonesia hanya meraih satu poin dari dua pertandingan tersebut, seharusnya mereka bisa meraih enam poin. Struick menyatakan rasa penyesalannya atas kegagalan tim Garuda untuk meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Meskipun demikian, Struick merasa optimis dengan posisi timnya saat ini di klasemen sementara Grup C. Indonesia menempati posisi ketiga dengan enam poin dari enam pertandingan, sama dengan Arab Saudi, Bahrain, dan China. Mereka hanya terpaut satu poin dari Australia di posisi kedua dan 10 poin dari pemuncak klasemen, Jepang.
Dalam menyikapi sisa empat pertandingan ke depan, termasuk melawan Australia, Struick menganggapnya sebagai laga final. Meskipun menyadari kesulitan dalam grup tersebut, Struick yakin bahwa timnya mampu bersaing dan meraih hasil yang baik.
Struick juga berbagi pengalaman menariknya saat memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan bermain untuk timnas. Dia mengingat pertandingan pertamanya melawan Palestina dan menjalani laga melawan Argentina, juara Piala Dunia 2022. Bagi Struick, pengalaman tersebut merupakan momen paling berkesan dalam karirnya.
Dengan berbagai pengalaman dan semangat juang, Struick dan timnas Indonesia tetap bertekad untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam sisa pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun sebagai tim “underdog,” Struick yakin bahwa mereka dapat memberikan kejutan di kompetisi ini.
Melalui semangat dan kepercayaan yang tinggi, timnas Indonesia terus berusaha mengoptimalkan potensi mereka dalam setiap pertandingan. Dengan fokus pada target dan tujuan yang jelas, mereka siap menghadapi tantangan dan meraih hasil yang membanggakan bagi bangsa dan negara.








