Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta menggelar program hapus tato untuk warga setempat selama bulan Ramadhan ini. Program ini dilaksanakan di Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, dengan target 100 peserta yang telah mengikuti program sebelumnya atau peserta baru. Asep Wahyudi sebagai Koordinator Pelaksana Hapus Tato Gratis Wilayah Jakarta Utara menjelaskan bahwa pelaksanaan hapus tato dilakukan dengan seksama dan sesuai standar prosedur medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan darah, konsultasi dokter, anestesi, tindakan, hingga follow-up.
Setiap proses penghapusan tato membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit tergantung pada gambar yang dihapus. Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari penggunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat yang kembali diberikan untuk kegiatan yang bermanfaat. Tujuan program ini adalah untuk meringankan beban warga Jakarta Utara yang ingin menghapus tato dan memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Salah satu peserta program, Sugeng (37) dari Warga Semper Barat, merasa senang dan terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Hal ini karena keinginannya untuk menghapus tato yang sudah ada sejak 10 tahun lalu agar dapat memenuhi permintaan dari istri. Sementara Riska Novianto (28) dari Kelurahan Koja, terharu dapat kembali mengikuti program hapus tato karena malu jika tato yang berwarna tersebut dilihat oleh anak-anaknya. Ia berencana untuk terus mengikuti program ini karena biaya penghapusan tato di luar sana sangat mahal. Program hapus tato gratis ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Jakarta Utara dan menciptakan masa depan yang lebih baik.








