PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menegaskan komitmennya untuk menjaga kinerja perusahaan tetap kuat dan terus berkembang di tengah tekanan pasar saham. BEI bahkan dilaporkan melakukan trading halt akibat penurunan IHSG lebih dari 5 persen.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa perusahaan fokus untuk mempertahankan pertumbuhan positif dan kinerja yang berkelanjutan. Meskipun telah menghadapi berbagai tantangan, OCBC tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja.
Komitmen OCBC terlihat dari likuiditas yang terjaga dengan baik, ditunjukkan dengan LDR sebesar 81,82 persen dan NPL gross dan net di level 1,55 persen dan 0,56 persen. OCBC percaya bahwa kondisi sulit dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk berinovasi dan terus memberikan dukungan finansial kepada pelaku usaha yang baik.
Direktur OCBC Johanes Husin juga menyoroti risiko pasar yang volatile, namun tetap dalam rentang yang sehat berkat intervensi regulator yang efektif. OCBC terus bekerja sama dengan regulator untuk menjaga stabilitas pasar.
Meskipun sebagian besar saham bank besar merah, saham OCBC (NISP) mengalami kenaikan harga sebesar 2,70 persen dalam seminggu terakhir. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga saham NISP naik 3,91 persen menjadi Rp1.330 per saham.
Pertumbuhan laba bersih OCBC mencapai 19 persen year on year menjadi Rp4,9 triliun, sementara ROE naik menjadi 13 persen. Total kredit yang disalurkan perusahaan tumbuh 11 persen yoy mencapai Rp170,5 triliun, sedangkan DPK meningkat 13 persen yoy menjadi Rp205,9 triliun. Modal yang kuat tercermin dari CAR sebesar 23,6 persen.
Dengan komitmen yang kuat untuk menjaga kinerja dan manajemen risiko yang baik, OCBC optimis dapat terus berkembang di tengah tantangan pasar yang dinamis. Acara paparan publik tahunan ini menegaskan bahwa OCBC tetap berada pada jalur yang tepat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.
