Masyarakat Pemangku Kretek Indonesia (MPKI) mengharapkan para kepala daerah yang baru dilantik Presiden pada 20 Februari 2025 mampu melindungi ekosistem pertembakauan nasional. Ketua umum MPKI, Homaidi, menekankan pentingnya perlindungan sektor pertembakauan karena menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak rakyat Indonesia. Di hulu, tanaman tembakau tersebar di beberapa propinsi seperti Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, sedangkan industri hasil tembakau (IHT) tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Homaidi mengungkapkan bahwa keberlanjutan sektor tembakau sangat penting dengan adanya petani tembakau dan pekerja industri rokok yang berperan dalam ekonomi nasional. Dia menyoroti dampak kebijakan fiskal, seperti kenaikan cukai rokok, yang menyebabkan penurunan serapan tembakau lokal hingga 30 persen, berdampak pada kesulitan petani menjual hasil panen mereka dan industri rokok kecil terancam.
Untuk mengatasi masalah ini, Homaidi menegaskan perlunya dukungan kebijakan dari kepala daerah untuk melindungi petani dengan subsidi harga, akses modal, dan pengembangan teknologi pertanian yang lebih efisien. Dia juga menyatakan pentingnya regulasi yang mengutamakan pemakaian tembakau lokal sebagai bahan baku untuk industri rokok nasional, yang akan menjaga kesejahteraan petani dan ketahanan ekonomi daerah.
Seiring dengan langkah yang sudah diambil beberapa daerah seperti Jawa Timur, Homaidi mendorong kepala daerah lain untuk merumuskan regulasi yang mendukung keberlangsungan industri tembakau dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dia menekankan bahwa jika langkah-langkah nyata tidak segera diambil, maka potensi ancaman terhadap kesejahteraan petani dan pekerja industri tembakau akan semakin besar. Kepala daerah perlu segera bertindak untuk melindungi sektor tembakau demi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.








