PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) bekerja sama dengan PT Commuter Anak Bangsa meluncurkan Swatantra S-01 Jababeka, armada transportasi publik modern di kawasan Kota Jababeka. Ivonne Anggraini, President Director PT Graha Buana Cikarang, menyampaikan bahwa armada ini telah beroperasi sejak 17 Maret 2025. Swatantra S-01 memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan berbagai pilihan transportasi, memudahkan aksesibilitas masyarakat ke dan dari Jababeka.
Transportasi ini berfungsi sebagai feeder integrasi yang menghubungkan masyarakat dengan transportasi lainnya seperti Biskita dan KRL Cikarang di sekitar Kabupaten Bekasi. Rutenya meliputi perhentian dari Stasiun Cikarang hingga President University Jababeka dengan rute yang spesifik. Selain itu, transportasi ini dilengkapi dengan aplikasi yang memungkinkan penumpang melacak lokasi armada secara real time, meminimalkan ketidakpastian waktu.
Swatantra S-01 juga menawarkan fasilitas Full AC dan pembayaran cashless dengan pilihan metode seperti flazz, E-Money, Brizzi, Tapcash, KMT PT KAI Brizzi, dan Qris. Selama masa uji coba, tarif transportasi ini sebesar Rp5.000 dengan jam operasional pukul 06.00-21.00 WIB. Direktur Operasional PT Commuter Anak Bangsa, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa Swatantra S-01 dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang selama perjalanan.
Kota Jababeka sebagai lokasi strategis juga dilengkapi dengan berbagai pilihan transportasi lainnya seperti Damri, Primajasa, dan AO Shuttle yang menghubungkan kota Jababeka dengan kota besar lainnya. Dukungan empat akses pintu toll dan pembangunan infrastruktur modern seperti MRT fase III Cikarang-Balaraja dan LRT Jakarta-Cikarang turut mendukung mobilitas di kawasan tersebut. Teknologi ramah lingkungan seperti EV Charging station juga menjadi standar baru di Kota Jababeka.
Dengan berbagai upaya ini, Swatantra S-01 dan transportasi publik lainnya di Kota Jababeka akan memberikan dampak positif pada perkembangan kawasan dan meningkatkan nilai investasi di sekitarnya. Transportasi ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan, memastikan ketersediaan pilihan moda transportasi publik yang memadai bagi penghuni dan memperkuat infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.








