Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) memiliki strategi kuat dalam mendeteksi dini kasus stunting untuk mempercepat penurunan angka prevalensi di wilayahnya. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa upaya pengendalian stunting melibatkan pemantauan, evaluasi, dan penurunan angka kasus agar sejajar dengan wilayah lain di Jakarta. Deteksi stunting dilakukan dengan mencari akar penyebabnya, pendataan kasus, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Data stunting di Jakarta Timur pada Februari 2025 menunjukkan adanya 812 kasus, dengan upaya penurunan angka stunting yang terus dilakukan agar prevalensinya di bawah 14 persen. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga memberikan arahan agar penurunan angka stunting menjadi prioritas utama dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan penduduk, diharapkan penurunan stunting dapat tercapai dengan efektif.
Pemkot Jaktim Meningkatkan Deteksi Dini Stunting untuk Mengurangi Kasus
RELATED ARTICLES








