Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti bahwa perbaikan komunikasi perlu dilakukan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap para pelaku pasar. Menurutnya, komunikasi yang lebih baik dan jelas dapat menghindarkan terjadinya sentimen negatif yang berlebihan di pasar. Misbakhun menegaskan pentingnya memiliki pola komunikasi yang terkoordinasi dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan ekonomi dan fiskal untuk mencegah spekulasi dan ketidakpastian yang dapat terjadi di pasar.
Sentimen negatif terhadap pasar saham Indonesia belakangan ini terjadi karena kurangnya kejelasan dalam komunikasi dari pemerintah dan otoritas terkait. Ia juga menekankan bahwa pasar yang sehat seharusnya bergerak berdasarkan fundamental ekonomi, bukan hanya rumor dan sentimen semata. Perkembangan terkini mengenai arus keluar dana asing yang signifikan, kebijakan ekonomi yang menuai kekhawatiran, dan isu-isu terkait Menteri Keuangan turut memperburuk sentimen pasar saham. Selain itu, faktor-faktor seperti tarif dagang AS dan keputusan bank sentral AS juga turut mempengaruhi perdagangan bursa di Indonesia.
Berbagai masalah tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan menuntut transparansi dan kejelasan dalam komunikasi dari pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas finansial. Dengan demikian, komunikasi yang lebih baik dan terkoordinasi diharapkan dapat mengurangi spekulasi yang merugikan pasar dan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat.








