Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal konsisten dalam memproduksi padi terbaik di Indonesia. Pola tanam yang terus melakukan panen raya sepanjang tahun membuat Bantul unggul dalam produksi padi. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, atau Mas Dar, mengatakan hal tersebut setelah menghadiri panen padi dan serap gabah di Kecamatan Bambanglipuro. Meskipun pertanian di Bantul diakui sebagai yang terbaik, Mas Dar mendorong petani untuk segera menanam kembali setelah panen raya guna meningkatkan hasil produksi. Petani juga diinstruksikan untuk melaporkan jika ada yang membeli gabah di bawah harga pembelian pemerintah.
Pentingnya percepatan tanam dan program Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia pun ditekankan oleh Mas Dar. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Wamentan terhadap sektor pertanian di Bantul. Sektor pertanian, terutama padi, menjadi penopang utama ekonomi di daerah tersebut. Produksi beras di Bantul mengalami surplus hingga 55 ribu ton pada tahun 2024 dengan rata-rata produksi mencapai 9 ton per hektare. Salah satu faktor peningkatan produktivitas panen di Bantul adalah penggunaan alat mesin pertanian, benih unggul, dan teknologi tepat guna dari pemerintah daerah maupun pusat melalui Kementerian Pertanian.
Dengan keberhasilan sektor pertanian di Bantul, diharapkan daerah tersebut terus menjadi penyumbang utama dalam meningkatkan produksi gabah nasional dan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara pemerintah, petani, dan semua pihak terkait dalam mengoptimalkan sektor pertanian di Kabupaten Bantul.








