PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat sekitar 25 ribu penumpang telah melakukan perjalanan mudik meninggalkan Jakarta selama periode angkutan H-10 dan H-9 menjelang Idul Fitri 2025/1446 Hijriah. Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, mengungkapkan bahwa akhir pekan ini terjadi lonjakan penumpang pesawat Garuda Indonesia yang meninggalkan Jakarta, dengan perkiraan mencapai 25 ribu penumpang. Hal ini menandai peningkatan sebanyak 21% dari jumlah penumpang pada akhir pekan sebelumnya. Proyeksi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Maret 2025.
Garuda Indonesia Group telah menyiapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk periode angkutan Lebaran 2025, menjadikannya jumlah terbanyak dalam tiga tahun terakhir. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R Susardi, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 1 juta kursi berasal dari Garuda dan 902 ribu kursi dari Citylink. Untuk mendukung angkutan Lebaran, frekuensi penerbangan untuk kedua maskapai juga ditambah menjadi 10.906 penerbangan.
Selain itu, Garuda Indonesia Group telah menyiapkan 95 pesawat untuk mendukung operasional libur Lebaran 2025, dengan 61 pesawat Garuda dan 34 unit Citylink. Armada ini terdiri dari tiga ATR, 74 narrow body, dan 18 wide body. Maskapai nasional ini didukung oleh 1.497 cockpit crew dan 2.443 cabin crew yang bertugas. Proyeksi puncak arus Lebaran diperkirakan terjadi antara 24 Maret hingga 7 April 2025, dengan puncak arus mudik pada tanggal 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025.


