Kelompok Cipayung, yang terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, LMD, GMKI, dan PMKRI Balikpapan, telah menyelenggarakan diskusi dengan calon Walikota dan wakil Walikota Balikpapan periode 2025-2030. Diskusi ini bertemakan Gagasan Balikpapan dimana kelompok Cipayung ingin mendengar serta mengkritisi visi dan misi calon pemimpin Balikpapan ke depan. Acara ini dihadiri oleh Rendi S Ismail dan Sukry Wahid di Kafe Creativity pada Sabtu (23/11).
Rendi membahas berbagai persoalan Balikpapan dengan menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama kemajuan kota ini dalam menghadapi tantangan masa depan. Hadirnya industri kreatif dan IKN memperlihatkan betapa pentingnya peran pendidikan, sehingga akses pendidikan yang mudah harus dihadirkan untuk seluruh masyarakat.
Di sisi lain, Sukry Wahid mengingatkan kepemimpinan Imdaad Hamid yang ingin menjadikan warga Balikpapan merasa seperti tuan di rumah sendiri. Pada saat itu, Kota Balikpapan menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi penduduk, namun saat ini keamanan dan kenyamanan tersebut mulai terasa berkurang.
Pada acara Gagasan Balikpapan, para ketua organisasi ekstra kampus memberikan kritik dan masukan terkait berbagai permasalahan di kota. Mulai dari pendidikan yang belum optimal, penanganan banjir yang kurang tepat, hingga akses air bersih yang masih belum memadai bagi masyarakat.
Meskipun demikian, calon walikota Rahmad Mas’ud tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Akhir acara ditandai dengan penandatanganan komitmen, Nota Kesepahaman antara Kelompok Cipayung dan Para Kandidat Calon Walikota Balikpapan. Terdapat delapan poin yang diharapkan oleh mahasiswa, mulai dari dukungan terhadap program kepemudaan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Balikpapan.(*)








