Pasar saham Indonesia memasuki awal pekan dengan tekanan yang signifikan. IHSG mengalami penurunan 1,55 persen pada penutupan perdagangan Senin, 24 Maret 2025, turun 97 poin ke level 6.161,22 setelah sempat anjlok lebih dari 4,6 persen sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan IHSG tercermin dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh tekanan eksternal, bukan karena fundamental ekonomi nasional yang solid. Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia selama tiga bulan terakhir mengalami tren signifikan, mencapai lebih dari 2,4 miliar dolar AS sepanjang kuartal IV 2024 hingga akhir Desember.
Bursa Asia Tenggara juga merasakan tekanan serupa, mengikuti kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik global. Meskipun saham-saham dengan fundamental kuat mengalami koreksi, seperti PWON, LSIP, MTDL, dan KKGI, pelaku pasar domestik mencermati struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai momentum penting. Harapan besar terhadap Danantara sebagai lembaga pengelola dana investasi jangka panjang mendorong arus masuk modal asing ke sektor-sektor strategis seperti infrastruktur dan energi baru.
Meskipun IHSG mengalami penurunan, kehadiran Danantara dilihat sebagai fondasi penting bagi pemulihan pasar dalam jangka menengah hingga panjang. Dalam mengevaluasi kondisi pasar, investor dengan pandangan jangka panjang mencari peluang akumulasi di tengah tekanan pasar saat ini. Bank-bank besar seperti BCA, BRI, dan Mandiri tetap dianggap memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi perubahan pasar. Pemerintah juga diharapkan meningkatkan pendapatan dari hasil ekspor di sektor tertentu untuk mendukung stabilitas makroekonomi.
Pembentukan Danantara dan sinergi antara stabilitas makroekonomi serta kebijakan fiskal yang hati-hati diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari sektor ekspor tertentu dan jasa pariwisata, serta memanfaatkan potensi tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan gaji tinggi. Dengan langkah-langkah tersebut, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk bangkit lebih cepat dan tumbuh secara berkelanjutan.








