Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengharapkan kerjasama yang lebih kuat antara Pemprov Jabar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar dalam menertibkan bank dan pinjol ilegal. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pentingnya mengatasi lembaga keuangan non-perbankan seperti koperasi simpan pinjam yang beroperasi mirip dengan rentenir. Menurutnya, konsumtifnya masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatnya akses ke bank gelap dan pinjol di Jabar.
Dedi juga menekankan pentingnya fokus pada makna Idul Fitri daripada hanya mengutamakan gaya hidup konsumtif. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam pinjaman dari bank gelap dan pinjol ilegal. Penggantian kepala OJK Jabar dari Imansyah ke Darwisman diharapkan menjadi momentum dalam memberantas bank gelap dan pinjol ilegal di Jawa Barat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa atensi terhadap pemberantasan bank ilegal dan pinjol harus menjadi prioritas OJK Jabar. OJK telah melakukan tindakan untuk menutup ribuan rekening terlibat dalam judi online. Meskipun tantangannya besar karena populasi Jawa Barat yang tertinggi di Indonesia, OJK tetap akan fokus pada pemberantasan pinjaman ilegal yang dilakukan secara online.
Kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan dapat membantu dalam upaya memberantas bank gelap dan pinjol ilegal di Jawa Barat. Prioritas pemberantasan ini menjadi fokus utama dalam upaya memastikan keberlangsungan sistem perbankan yang sehat di provinsi tersebut.








