Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memasang geobag atau kantong berisi pasir maupun tanah sebagai tanggul mitigasi di sejumlah titik rawan banjir akibat air pasang (rob) di kawasan Jakarta Utara. Tanggul mitigasi tersebut dibuat menggunakan geobag berisi pasir maupun tanah yang disematkan dalam bronjong dan disusun menyerupai tanggul. Adapun pemasangan geobag dilakukan di Sunda Kepala, kawasan Baywalk Pluit, dan Marundo Pulo. Selain pemasangan geobag, pihak dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga meninggikan tanggul existing di Muara Angke, lalu menambal tanggul dengan metode beton tembok di Muara Baru. Upaya pengurangan banjir rob ini juga termasuk menambal kebocoran celah sheet pile (turap) sebagai langkah darurat dan menyediakan pompa bergerak di Ancol Hilir atau Jalan R.E. Martadinata untuk mengantisipasi banjir rob. Tanggul mitigasi ini merupakan langkah jangka pendek dalam mengantisipasi banjir rob, sambil menunggu pembangunan tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) yang direncanakan selesai pada tahun 2030. Dinas SDA DKI Jakarta juga telah menyiagakan berbagai pompa, baik stasioner maupun mobile di pesisir Jakarta untuk mengantisipasi banjir rob yang diprediksi terjadi pada akhir Maret ini. Sejumlah wilayah yang kemungkinan terdampak banjir rob antara lain Muara Angke, Muara Baru, Jalan R.E. Martadinata, Cilincing, dan Marunda Pulo. Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Maruli Sijabat, juga telah menginformasikan kepada warga di pesisir utara Jakarta untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi lainnya, termasuk sarana evakuasi dan lokasi pengungsian. Jika diperlukan pengungsian, BPBD DKI Jakarta akan menyiapkan sarana untuk evakuasi dengan menggunakan perahu dan memaksimalkan sarana-sarana yang sudah ada.
Pemasangan Geobag di Titik Rawan Banjir Rob Jakarta Utara
RELATED ARTICLES








