PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung perpanjangan rekayasa lalu lintas (lalin) arus mudik one way dari KM 189 hingga KM 210 Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jawa Barat. Langkah ini diambil atas diskresi Kepolisian untuk membantu mengatur lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran 2025. Sebelumnya, rekayasa lalu lintas one way diberlakukan dari KM 70 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 188 Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan.
Dengan volume lalu lintas menuju arah Timur Trans Jawa yang terus meningkat, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengimbau pengguna jalan tol untuk memprioritaskan keselamatan selama perjalanan. Persiapan sebelum memasuki jalan tol sangat diperlukan, termasuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima, persediaan bahan bakar yang cukup, saldo uang elektronik yang mencukupi, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
Menurut Menteri Perhubungan, puncak arus mudik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 28 Maret dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat mencapai 12,1 juta orang. Untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas ini, PT Jasamarga Transjawa Tol melaksanakan rekayasa lalu lintas one way atas diskresi Kepolisian sebagai upaya pengaturan lalu lintas yang efektif.
Selain itu, proyeksi puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 April 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat mencapai 31,49 juta orang. Jasamarga Transjawa Tol terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025. -ANTARA.








