Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sedang mempertimbangkan sistem bagi atlet yang ingin berkarier di luar pemusatan latihan nasional (pelatnas). Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa yang terpenting adalah keanggotaan atlet dalam PBSI dan kemampuan mereka untuk membanggakan nama Indonesia di tingkat Internasional. Kebijakan ini menjadi perhatian karena banyak atlet yang memilih jalur profesional dan mencapai prestasi gemilang, seperti ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.
PBSI juga telah menerapkan sistem baru dalam promosi dan degradasi atlet di pelatnas, di mana evaluasi tidak lagi terbatas pada periode waktu tertentu, melainkan bisa terjadi kapan saja. Hal ini juga berlaku dalam perekrutan atlet dari klub ke pelatnas. Tujuannya adalah untuk mempercepat regenerasi pemain dan memberikan kesempatan bagi atlet muda berbakat untuk bersaing di arena internasional.
Eng Hian, bersama Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, telah menggelar pertemuan dengan para pemain senior untuk memberikan motivasi dan mendengarkan aspirasi mereka. Para pemain senior diharapkan memiliki komitmen tinggi untuk mencapai prestasi terbaik selama berada di pelatnas. Diharapkan kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di tingkat dunia dan memastikan bahwa pelatnas dihuni oleh pemain yang benar-benar berpotensi.
Dengan penerapan sistem yang lebih ketat, PBSI berharap dapat membangun regenerasi pemain yang lebih baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung para atlet dalam meraih prestasi. Sebagai upaya pembinaan bagi atlet muda dan motivasi bagi atlet senior, kebijakan PBSI ini diyakini dapat membawa manfaat positif bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia di tingkat global.








