Transportasi bus tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah saat mudik Lebaran karena tiketnya yang lebih terjangkau dibanding pesawat. Salah satu pemudik, Najmi Nabila (30), memilih bus lintas Sumatera dengan harga tiket Rp800-an daripada pesawat yang sudah mencapai Rp3 juta. Walaupun waktu perjalanan bus lebih lama, Najmi memilih alternatif ini untuk menyiasati harga tiket yang mahal. Dengan waktu tempuh normal sekitar 24 jam, perjalanan bisa menjadi lebih panjang apabila terjadi kemacetan, terutama di Pelabuhan Merak.
Kegelisahan juga dirasakan oleh Yuliati (55 tahun) dan keluarganya yang menggunakan bus menuju Palembang karena tiket pesawat dianggap terlalu mahal. Meskipun demikian, mereka memilih bus lintas Sumatera walaupun harga tiketnya juga terbilang mahal menurut mereka. Meskipun bus yang mereka tumpangi mengalami keterlambatan keberangkatan, Yuliati berharap dapat tiba tepat waktu di kampung halaman untuk merayakan Lebaran.
Pihak Terminal Kampung Rambutan telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi keterlambatan keberangkatan, seperti menambah bus bantuan atau memberikan informasi terkait keterlambatan kepada penumpang. Selama H-2 Lebaran, sebanyak 1.188 pemudik diberangkatkan dari terminal tersebut, meningkat dari sebelumnya 744 orang sejak H-10 Lebaran. Peningkatan jumlah pemudik yang cukup signifikan menandakan masih tingginya minat masyarakat untuk menggunakan bus sebagai sarana transportasi mudik Lebaran.








