Penguatan Nilai Tukar Rupiah didukung oleh Pasar Saham Domestik
Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menilai bahwa penguatan nilai tukar (kurs) rupiah didorong oleh sentimen positif dari pasar saham domestik yang mampu menguat sebesar 3,8 persen per Rabu. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari itu di Jakarta menguat sebesar 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.562 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.588 per dolar AS.
Josua menyatakan, “Investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham domestik, tercermin dari masuknya dana investor asing ke pasar saham kemarin sebesar 155 juta dolar AS.” Pada hari itu, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) IDR juga mengalami penurunan 5-17 basis poin. Volume perdagangan obligasi tercatat Rp20,31 triliun, lebih rendah dari volume perdagangan pada hari sebelumnya.
Kepemilikan asing pada obligasi IDR juga menurun Rp1,92 triliun menjadi Rp894 triliun atau 14,34 persen dari total. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari itu juga mengalami kenaikan ke level Rp16.566 per dolar AS dari sebelumnya.
Di tengah fluktuasi pasar, penguatan nilai tukar rupiah tetap menjadi sorotan utama dengan kontribusi positif dari kehadiran investor asing di pasar saham domestik. Itu sebagian dari dinamika ekonomi yang terus berlangsung dan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan lebih lanjut. Copyright © ANTARA 2025








