Pada 30 Maret lalu, Manchester City hampir kalah untuk kedua kalinya dari Bournemouth dalam perempatfinal Piala FA musim ini. Bournemouth telah menjadi satu dari delapan tim yang mengalahkan Manchester City di Liga Premier. Tim-tim seperti Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Brentford juga berhasil menahan seri City karena mereka menerapkan pendekatan counter-pressure dan counter-attack dalam permainan mereka. Dalam sepakbola, transisi yang cepat dari kehilangan bola ke mendapatkan bola sangatlah penting. Jose Mourinho, yang dikenal dengan pendekatan bertahan dan menekankan transisi, menjadi antitesis dari gaya bermain penguasaan bola yang diusung oleh Guardiola. Meskipun Guardiola telah merevolusi sepak bola Inggris dengan pendekatan dominan penguasaan bola, tim-tim lain seperti Liverpool dan Tottenham, yang fokus pada serangan balik dan transisi, juga memberikan tantangan besar bagi City. Fenomena serangan balik semakin umum di Liga Inggris, dengan banyak tim memanfaatkannya untuk mengalahkan lawan. Dalam musim 2024-2025, jumlah tembakan dari serangan balik meningkat, menunjukkan pergeseran dalam pendekatan sepak bola kompetitif. Itulah mengapa masih ada banyak pertandingan menarik tersisa di Liga Inggris musim ini untuk mengamati dampak dari pendekatan yang menekankan serangan balik.








