Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, merasa senang melihat semaraknya suasana Idul Fitri tahun ini, terutama dengan antusiasme warga yang datang bersilaturahim ke kediamannya. Dalam gelar griya (open house) yang diadakannya di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rano menyatakan bahwa keterbatasan ruang acara membuatnya harus keluar rumah untuk menyambut tamu dengan hangat.
Rano mengungkapkan kebahagiaannya dengan mengatakan bahwa ini merupakan Lebaran keduanya dan dia ingin merasakan kebersamaan dengan masyarakat Jakarta. Acara terbuka tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk sejumlah pejabat dan perwakilan komunitas seperti Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI). Rano juga merasa senang melihat warga Jakarta turut memeriahkan acara open house tersebut dengan berbagi cerita langsung.
Selain itu, Rano menekankan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai kota yang memberikan kesetaraan dan keadilan bagi semua kalangan. Misalnya, di Balai Kota ada Cafe Disabilitas (Difabis) yang melibatkan anak-anak tuna rungu sebagai barista, sebagai upaya pemberdayaan. Rencana kedepannya adalah untuk mengaktifkan taman-taman di Jakarta dengan merekrut penyandang disabilitas sebagai bagian dari pemberdayaan.
Rano tidak lupa memberikan pesan kepada warga Jakarta yang mudik selama perayaan Idul Fitri untuk selalu berhati-hati selama perjalanan dan menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan. Dia juga mengingatkan agar memastikan instalasi listrik aman untuk mencegah kebakaran, serta berkoordinasi dengan tetangga, pengurus RT, dan RW setempat.
Terakhir, Rano berharap agar warga yang sedang mudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan kembali ke Jakarta dalam keadaan sehat. Penting untuk memastikan rumah yang ditinggalkan tetap aman dan memberitahukan kepada pengurus lingkungan setempat untuk saling menjaga keamanan. Semoga suasana Idul Fitri tahun ini tetap meriah dan penuh kebersamaan bagi masyarakat Jakarta.








