Pasar uang dalam negeri menghadapi potensi fase bearish dan pelemahan IHSG setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif impor. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan penurunan signifikan sebesar 2-3 persen pada hari perdagangan pertama pasca libur Hari Raya Idul Fitri. Sentimen penerapan tarif impor oleh Trump terhadap mitra dagangnya menjadi penyebab utama pelemahan IHSG. Untuk mengatasi dampak buruk ini, Ibrahim merekomendasikan pemerintah untuk memberlakukan biaya impor yang seimbang. Selain itu, stimulus kebijakan juga diperlukan, seperti langkah yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia melalui instrumen intervensi pasar valuta asing domestik. Presiden Trump telah mengumumkan kombinasi tarif universal dan timbal balik yang akan berlaku untuk berbagai negara di seluruh dunia. Sebagai contoh, tarif tambahan terhadap Indonesia mencapai 32 persen. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk menghadapi situasi ini agar ekonomi Indonesia dapat tetap stabil.








