Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memiliki proyeksi yang ambisius untuk mengubah Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kabupaten Sukamara, menjadi kawasan ekonomi produktif. Beliau yakin bahwa kawasan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat pesisir setempat. Bersama jajaran, gubernur turut meninjau langsung aktivitas dan perkembangan kawasan tambak udang tersebut. Dengan adanya Shrimp Estate Berkah, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah, Darliansjah, menekankan pentingnya program strategis Shrimp Estate Berkah sebagai upaya pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah tersebut. Produksi udang vaname di kawasan ini diproyeksikan mencapai 335 ton dengan nilai sekitar Rp27,2 miliar. Pasar lokal Kalimantan seperti Sampit, Pangkalan Bun, dan Kota Pontianak menjadi target utama penjualan. Selain itu, program ini juga memberikan kontribusi signifikan dalam hal tenaga kerja lokal, dimana terdapat 73 orang atau 87 persen dari kalangan lokal yang terlibat dalam program ini.
BLUD UPT PBAPL Kumai sebagai pengelola Shrimp Estate Berkah juga memberikan berbagai layanan, mulai dari penjualan es batu, pengawasan laboratorium kualitas air, hingga pengecekan penyakit udang. Dalam pelaksanaannya, program ini telah berhasil melakukan panen parsial dengan hasil yang memuaskan. Dengan adanya komitmen dan upaya yang terus dilakukan, diharapkan Shrimp Estate Berkah dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.








