Tuesday, July 14, 2026
HomeFinansialKenaikan Rupiah Berhasil di Tengah Kekhawatiran Retaliasi Tarif AS

Kenaikan Rupiah Berhasil di Tengah Kekhawatiran Retaliasi Tarif AS

Menurut analis Doo Financial Futures Lukman Leong, nilai tukar rupiah menguat dipengaruhi oleh kekhawatiran retaliasi negara-negara terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Negara-negara seperti Kanada, Uni Eropa (UE), dan China berencana untuk membalas kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Kanada berjanji untuk melawan tarif dengan cara membangun ekonomi yang lebih kuat, sedangkan UE dan China juga tengah merencanakan langkah balasan terhadap tarif AS.

Menurut Leong, China, UE, dan Kanada kemungkinan akan melakukan aksi balasan terhadap AS, yang juga akan memengaruhi nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, Indonesia diperkirakan tidak akan melakukan tindakan balasan karena ekonomi dalam negeri dianggap tidak sebesar dan kuat seperti negara-negara lain yang terkena tarif. Meskipun begitu, pemerintah Indonesia sebaiknya tetap berusaha menegosiasi dan mengawasi perkembangan selanjutnya terkait retaliasi tarif AS.

Selain faktor retaliasi tarif, kurs rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen pasar terkait data Institute for Supply Management (ISM) jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini menunjukkan kekhawatiran para profesional terhadap ekonomi AS yang dipengaruhi oleh kebijakan Trump. Meskipun begitu, sentimen risk off di pasar ekuitas diprediksi akan membatasi penguatan dolar AS, sehingga kurs rupiah diperkirakan berkisar antara Rp16.600-Rp16.800 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan hari Jumat, kurs rupiah menguat sebesar 93 poin atau 0,55 persen menjadi Rp16.653 per dolar AS. Hal ini diprediksi merupakan dampak dari kekhawatiran retaliasi dan sentimen pasar terkait kebijakan tarif AS yang mengguncang pasar keuangan global. Meskipun demikian, para pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau perkembangan selanjutnya terkait dampak tarif tersebut di pasar global.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer