Suasana TPU Karet Pasar Baru Barat Jakarta Pusat pada siang hari terlihat tenang dengan hijau rumput, pepohonan perdu, batu nisan yang berkilauan, dan para peziarah yang memakai pakaian warna-warni. Beberapa peziarah terlihat menangis, menaburkan bunga, menyiramkan air mawar, berdoa, lalu menangis lagi. Sementara itu, pedagang kaki lima dan pedagang asongan menjajakan dagangannya di sepanjang jalan sebelah TPU. Mereka menawarkan bunga tabur, air mawar, gorengan, dan air mineral kepada para peziarah yang datang. Di luar pagar TPU, gedung-gedung biru menjulang tinggi, mencoba menembus langit Jakarta, menunjukkan kehidupan di dalamnya yang misterius.
Dalam suasana yang kerap ditemui setiap kali lebaran tiba, puluhan pria terlihat sibuk berpindah dari satu kuburan ke kuburan lain dengan membawa sapu lidi panjang. Mereka dengan teliti membersihkan setiap jatuh daun dari kuburan agar terlihat rapi dan terawat. Salah satunya adalah Dadang, seorang perawat kubur di TPU Karet Pasar Baru Barat yang istirahat setelah bekerja keras membersihkan kuburan. Dadang, berusia 50 tahun, berasal dari Karawang dan menjalani rutinitas harian dengan menjaga kuburan di TPU.
Meskipun pekerjaan sebagai perawat kubur tidak selalu mudah, Dadang mampu menjalani profesi ini selama bertahun-tahun. Ia kadang menawarkan jasanya kepada ahli waris untuk merawat kuburan dengan bayaran sekitar Rp35 ribu per bulan. Meskipun ada tantangan dalam pekerjaannya, seperti negosiasi harga dengan ahli waris yang tidak selalu berhasil, Dadang tetap mampu membiayai kebutuhan keluarganya dengan pekerjaan yang dilakoninya.
Kehidupan Dadang sebagai perawat kubur di TPU Karet Pasar Baru Barat terus berlanjut, meskipun hujan gerimis mulai turun. Para peziarah mulai meninggalkan tempat, namun Dadang dan rekan-rekannya tetap fokus merawat kuburan yang telah dipercayakan kepada mereka. Mereka berjuang untuk menjaga kebersihan kuburan dan merawat rumah orang-orang yang telah meninggal dunia. Perjuangan dan dedikasi para perawat kuburan dalam memelihara tempat tersebut merupakan bentuk amal yang terus berlangsung.








