Banjir melanda enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur dengan ketinggian mencapai 175 cm pada Minggu lalu. Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Jakarta, serta luapan dari Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciliwung menjadi penyebab banjir tersebut. BPBD DKI Jakarta masih terus memantau kondisi genangan di wilayah tersebut, dengan mengerahkan personel untuk koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk mengatasi banjir dan memastikan kelancaran saluran air.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi genangan air. Masyarakat diminta untuk segera menghubungi nomor telepon 112 dalam kondisi darurat terkait banjir, yang merupakan layanan gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop. Lokasi RT yang terdampak banjir antara lain di Jakarta Barat, termasuk Kelurahan Sukabumi Selatan, Joglo, dan Duri Kepa, serta di Jakarta Timur, di Kelurahan Setu dan Lubang Buaya.
Selain itu, dua ruas jalan di wilayah Jakarta juga terendam banjir, yaitu di Jalan Perumahan Green Garden RW 04 (MCD), Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan ketinggian mencapai 10 cm, dan Komplek Polri Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dengan ketinggian mencapai 50 cm. BPBD DKI Jakarta terus berupaya untuk menangani dampak banjir ini, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap dalam menghadapi potensi genangan air yang terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah Jakarta.








