Monday, July 20, 2026
HomeBeritaIni Alasan Mengapa BKSDA Sampit Rutin Menerima Laporan Kemunculan Buaya

Ini Alasan Mengapa BKSDA Sampit Rutin Menerima Laporan Kemunculan Buaya

Setiap hari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menerima laporan dari warga mengenai kemunculan buaya. Menurut Komandan BKSDA Resor Sampit, Muriansyah, baru-baru ini hampir setiap hari terdapat laporan tersebut, di mana buaya biasanya muncul untuk mencari makan. Terjadi perubahan perilaku pada buaya, yang sebelumnya biasanya muncul pada periode tertentu, seperti saat musim kawin dan bertelur, namun sekarang tidak lagi.

Hal ini disebabkan oleh kerusakan habitat yang mengakibatkan berkurangnya pakan alami buaya, seperti ikan, babi, monyet, dan lainnya. Kondisi ini mendorong buaya untuk mencari makan di daerah baru, termasuk di permukiman, sehingga kemunculan buaya yang terlihat oleh manusia menjadi lebih sering. Beberapa perilaku manusia, seperti memelihara ternak di sekitar sungai dan membuang sampah rumah tangga ke sungai, juga dapat menjadi faktor yang memicu kemunculan buaya.

Meskipun musim kawin adalah salah satu faktor, faktor utama kemunculan buaya di dekat permukiman adalah untuk mencari makan. BKSDA Resor Sampit menerima laporan kemunculan buaya di beberapa lokasi seperti Sungai Mentaya Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, dan lainnya. Data menunjukkan sejak 2010 hingga April 2025, terdapat 52 kasus konflik antara buaya dan manusia di Kotim, dengan sembilan korban meninggal dunia.

Meskipun masyarakat di Kotim bergantung pada sungai untuk aktivitas sehari-hari, seperti mencuci, mandi, dan mencari ikan, BKSDA mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari atau kondisi gelap. Adanya kemunculan buaya di perairan sekitar permukiman menuntut agar masyarakat lebih waspada dan menghindari tindakan yang dapat mengundang kedatangan buaya.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer