Pacific tim bagus dan memiliki potensi besar meskipun tidak memiliki tradisi kompetitif yang kuat. Coach Bedu, atau Andika Supriadi Saputra, bergabung dengan Pacific Caesar Surabaya untuk memimpin tim di putaran kedua IBL 2025, menyegarkan semangat dan memperkenalkan perspektif baru dalam kompetisi. Kembalinya Andika ke liga basket teratas Indonesia mengejutkan banyak pihak setelah istirahat singkatnya dari pelatih Hangtuah Jakarta. Namun, niatnya untuk kembali merasakan intensitas persaingan membawa dia ke Pacific.
Andika dikenal sebagai pendukung sistem pertandingan kandang dan tandang yang telah terbukti efektif dalam perkembangan liga, baik dari segi permainan maupun manajemen tim. IBL musim ini dirasakan lebih kompetitif, dengan semua tim berjuang keras untuk menjadi yang terbaik. Maksimalkan setiap peluang dan selalu hadir dengan strategi terbaik setiap pekan adalah kunci dalam persaingan profesional ini.
Alasan Andika menerima tawaran dari Pacific adalah karena ia melihat potensi besar yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh tim Surabaya tersebut. Dia bertekad untuk memperkenalkan kultur kompetitif yang kuat dalam tim untuk meningkatkan performa mereka. Dengan meningkatkan komitmen dan dedikasi setiap pemain, Andika berharap untuk membawa perubahan positif dan mewujudkan target tim.
Debut Coach Bedu dijadwalkan pada pertandingan melawan Rans Simba Bogor, di mana Pacific memiliki empat laga kandang pada bulan April. Meskipun tim ini belum meraih kemenangan di kandang sendiri, kehadiran Andika diharapkan dapat memberikan dorongan positif dan mempertahankan peluang mereka dalam persaingan menuju babak playoff. Periode penting ini akan menjadi ujian bagi Pacific dalam mengejar ambisi mereka di IBL 2025.








