Pada pagi hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Pasar bereaksi positif terhadap penundaan implementasi tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. IHSG membuka perdagangan dengan kenaikan mencolok sebesar 302,62 poin atau 5,07 persen, mencapai posisi 6.270,61. Indeks LQ45 juga naik 44,78 poin atau 6,69 persen ke posisi 714,15.
Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, IHSG berpotensi untuk mengalami rebound mengikuti pergerakan bursa AS setelah Presiden Trump menunda pemberlakuan tarif selama 90 hari, kecuali untuk China. Meskipun begitu, tarif impor dari China tetap akan meningkat menjadi 125 persen sebagai balasan atas kebijakan yang diterapkan oleh China sebelumnya.
Pasar Asia juga mengalami pergerakan positif, seperti indeks Nikkei yang naik 4,46 persen, indeks Kuala Lumpur yang menguat 4,46 persen, indeks Shanghai yang naik 1,49 persen, dan indeks Strait Times yang turun 6,01 persen. Selain itu, Wall Street juga mengalami kenaikan pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks S&P 500 naik 9,5 persen, indeks Dow Jones naik 7,69 persen, indeks Nasdaq naik 12,16 persen, dan Russell 2000 naik 8,66 persen.
Dalam menghadapi situasi ini, investor diharapkan untuk tetap waspada terhadap pergerakan pasar yang fluktuatif. Meskipun penundaan tarif impor memberikan sedikit kelegaan, namun ketidakpastian masih tetap ada. Kebijakan perdagangan AS dan China masih menjadi fokus utama yang dapat mempengaruhi pasar global secara keseluruhan.








