Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah melakukan pemangkasan sebanyak 649 pohon selama bulan Maret 2025. Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, menyatakan bahwa pemangkasan dilakukan tidak hanya untuk mengantisipasi pohon tumbang, tetapi juga untuk penebangan pohon-pohon yang sudah tua serta evakuasi pohon yang tumbang atau sempal. Jenis pohon yang ditangani meliputi angsana, ketapang, glodokan, akasia, beringin, mangga, asam kranji, dan jambu air, serta lainnya.
Dari total 649 pohon yang dipangkas, Sudin Tamhut Jakarta Barat melakukan penopingan ringan pada 301 pohon, toping sedang pada 211 pohon, dan toping berat pada 102 pohon. Selain itu, sebanyak 12 pohon ditebang, 16 pohon dievakuasi karena tumbang, dan tujuh pohon tumbang. Langkah penopingan dilakukan untuk mencegah pohon tumbang atau sempal saat cuaca buruk, terutama saat hujan deras disertai angin.
Pemangkasan pohon dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui Cepat Respon Masyarakat (CRM) serta peninjauan petugas lapangan. Dirja mengungkapkan bahwa beberapa laporan juga langsung masuk ke Sudin Tamhut Jakbar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kerugian akibat pohon tumbang, terutama saat cuaca yang tidak bersahabat.








