Permintaan emas sebagai aset safe haven meningkat di tengah ketidakpastian perekonomian global. Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, merekomendasikan alokasi investasi aset emas idealnya sebesar 20 hingga 30 persen dari portofolio investasi. Meskipun biasanya investor hanya mengalokasikan sekitar 5 persen investasinya ke emas, namun dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu, alokasi ini dapat ditingkatkan. Lukman menekankan bahwa mengalokasikan semua investasi ke emas dari total portofolio merupakan tindakan spekulatif dan tidak bijaksana. Meskipun begitu, membeli emas di tengah gejolak ekonomi global saat ini adalah pilihan yang bijaksana.
Setelah libur Lebaran, masyarakat terlihat berbondong-bondong untuk berinvestasi dalam emas sebagai instrumen peningkatan keamanan finansial di tengah gejolak global yang disebabkan oleh kebijakan tarif AS. Lukman mengatakan bahwa permintaan emas meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global karena emas dianggap sebagai safe haven. Selain emas, Lukman juga merekomendasikan mata uang asing seperti Franc Swiss (CHF), Yen Jepang (JPY), dan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai aset investasi safe haven.
Dalam perdagangan hari Kamis, harga emas Antam melonjak menjadi Rp1.846.000 per gram, dari sebelumnya Rp1.812.000 per gram, dengan harga jual kembali emas batangan menjadi Rp1.696.000 per gram. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan penundaan selama 90 hari atas tarif resiprokal ke berbagai negara mitra dagang, tetapi tetap menaikkan bea masuk kepada China sebesar 125 persen. Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping mengumumkan bahwa China akan menaikkan tarif tambahan menjadi 84 persen untuk produk impor dari AS.
Secara keseluruhan, emas tetap menjadi primadona di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi global. Analis menyarankan agar investor mempertimbangkan alokasi investasi yang bijaksana dan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko. Dalam situasi seperti sekarang, investasi dalam aset safe haven seperti emas dan mata uang asing dapat menjadi pilihan yang cerdas untuk menjaga stabilitas finansial.








