Pada hari Jumat, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan tipis meskipun masih ada ketegangan dalam perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. IHSG berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan 8,20 poin atau 0,13 persen, mencapai posisi 6262,22. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 mengalami penurunan tipis sebesar 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 706,70.
Meskipun ada penundaan selama 90 hari dalam tarif, pasar masih diliputi oleh volatilitas tinggi dan ketidakpastian di pasar keuangan global karena meningkatnya risiko perang tarif antara AS dan China. Kebijakan perdagangan Presiden Trump dikritik karena dapat membawa ekonomi AS ke dalam resesi. Pemerintah AS telah mengkonfirmasi peningkatan tarif kumulatif atas barang-barang dari China hingga 145 persen, yang memicu kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut dari China yang saat ini memberlakukan pungutan 84 persen atas impor dari AS.
Di sisi lain, China telah merencanakan tindakan balasan tambahan yang dapat berdampak pada perusahaan-perusahaan asal AS, meningkatkan ketidakpastian dan kekhawatiran bahwa perselisihan perdagangan yang terus berlangsung dapat menarik ekonomi global ke arah resesi. Untuk menghadapi dampak perang tarif, pemerintah Indonesia membuka kesempatan untuk merevisi ketentuan perpajakan terkait aksi korporasi seperti merger dan akuisisi, dengan harapan dapat meringankan beban pelaku usaha yang terkena dampak dari kondisi perdagangan global yang sulit.
Meskipun dibuka dengan pelemahan, IHSG berhasil kembali ke zona positif dan berakhir di teritori hijau pada penutupan sesi perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku berhasil mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,87 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 1,27 persen dan 0,77 persen. Yang menjadi pertimbangan adalah bagaimana para pelaku pasar dapat merespons perang tarif ini dan berbagai dampak yang ditimbulkan bagi pasar keuangan global.








