Tuesday, July 14, 2026
HomeFinansialKrisis Ekonomi 2021: Perbedaan dengan Krisis Moneter 1998

Krisis Ekonomi 2021: Perbedaan dengan Krisis Moneter 1998

Saat ini, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, telah memberikan pandangannya mengenai situasi ekonomi Indonesia yang berbeda dengan krisis moneter tahun 1998. Menurutnya, permasalahan ekonomi saat ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal daripada internal, terutama akibat kebijakan tarif AS yang diterapkan presiden Donald Trump. Bedanya, masalah kali ini memiliki dampak global yang melibatkan banyak negara, berbeda dengan krisis sebelumnya di mana masyarakat memiliki pilihan untuk melarikan diri ke negara lain.

Wijayanto juga menyoroti perbedaan kondisi politik internal yang saat ini dianggap lebih baik daripada masa pemerintahan Soeharto. Sektor keuangan dan perbankan juga masih dalam kondisi yang cukup solid. Meskipun ada potensi krisis yang mungkin terjadi, seperti krisis subprime mortgage, Wijayanto mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk memperbaiki ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan paket negosiasi untuk menghadapi kebijakan tarif balas dendam AS di Washington DC. Meskipun awalnya terkena kenaikan tarif AS sebesar 32 persen, Trump kemudian menunda kebijakan tersebut hingga 90 hari bagi beberapa mitra dagang, kecuali China. Meskipun demikian, Trump merevisi tarif impor ke China menjadi 145 persen.

Dengan berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia, stabilitas politik yang lebih baik, dan sektor keuangan yang solid, penanganan krisis saat ini diharapkan dapat berbeda dari krisis 1998. Meskipun demikian, langkah-langkah kebijakan yang tepat dan cepat diperlukan untuk menghindari dampak yang lebih buruk dan memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer