PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dalam setiap transaksi dengan meluncurkan kampanye “Jagalah Hati, Jaga Data Diri.” Kemas Erwan Husainy, SEVP Branding and Communication BSI, mengingatkan bahwa transaksi digital rentan terhadap penipuan. Data pribadi adalah lapisan pertahanan terakhir yang dapat melindungi nasabah dari upaya penipuan.
Menurut Erwan, beberapa modus penipuan yang perlu diwaspadai, antara lain phishing melalui email, penipuan melalui SMS yang mengatasnamakan bank, penipuan melalui telepon atau WhatsApp palsu, situs palsu yang mirip dengan laman resmi, dan penipuan dengan menggunakan surat palsu. Selain itu, kaitan antara wi-fi publik dan malware juga perlu diperhatikan karena wi-fi publik yang tidak aman dapat meningkatkan risiko penipuan.
Erwan menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data seperti PIN, nama Ibu Kandung, nomor kartu, password, exp date, CVV/CVC, dan OTP. Dia juga mengimbau masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui saluran resmi BSI seperti BSI Call 14040, website www.bankbsi.co.id, dan media sosial BSI.
Untuk mencegah penipuan, nasabah disarankan untuk tidak membuka link mencurigakan yang diterima melalui SMS, e-mail, atau media sosial lainnya yang meminta data pribadi atau kode OTP. BSI juga gencar berkolaborasi dengan pihak berwenang dan lembaga terkait untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan digital di sektor perbankan. Kampanye “Jagalah Hati, Jaga Data Diri” tidak hanya menyoroti pentingnya menjaga data, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bijak dan hati-hati dalam menghadapi era digital.








