Friday, May 15, 2026
HomeLainnyaHapus Kuota Impor: Jawaban Atas Keterbatasan Pasokan dan Harga Daging

Hapus Kuota Impor: Jawaban Atas Keterbatasan Pasokan dan Harga Daging

Jakarta, indoberita.net – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kuota impor dipandang sebagai langkah penting yang akan memiliki dampak signifikan terhadap harga daging di Indonesia. Langkah ini dipuji oleh Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI), yang melihat bahwa penghapusan kuota dapat membantu dalam menjaga stabilitas harga daging di tanah air.

“Kami mendukung keputusan Presiden untuk menghapus kuota impor, karena ini akan menciptakan persaingan bisnis yang sehat,” kata Direktur Eksekutif APPDI, Teguh Boediana, dalam sebuah pernyataan di Jakarta.

Menurut Teguh, keputusan tersebut sangat diperlukan mengingat harga daging yang tinggi saat ini memberatkan masyarakat, terutama yang berada di golongan ekonomi rendah. Dengan menghapus kuota impor, maka akan tercipta kesempatan yang lebih adil bagi para pelaku usaha daging di Indonesia.

Hapus Kuota Impor untuk Stabilkan Harga Daging

APPDI mendorong langkah-langkah yang diambil Presiden Prabowo untuk menghapus kuota impor agar dapat membantu dalam menjaga harga daging tetap stabil. Dalam sebuah acara Sarasehan Ekonomi Nasional, Presiden menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan transparan di Indonesia.

“Hilangkan kuota impor untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat,” tegas Presiden Prabowo.

Dalam upaya untuk meningkatkan konsumsi daging di Indonesia, APPDI memberikan dukungannya agar langkah-langkah yang diambil Presiden segera dapat diimplementasikan oleh pihak terkait. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap daging yang bergizi.

Sumber: Prabowo Hapus Kuota Impor, APPDI: Harga Daging Bisa Lebih Terjangkau Untuk Rakyat
Sumber: Prabowo Hapus Kuota Impor, APPDI Ungkap Dampaknya Untuk Harga Daging

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer