Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan mengikuti pelemahan bursa saham di kawasan Asia. IHSG dibuka dengan penurunan 58,45 poin atau 0,93 persen ke posisi 6.195,57, sementara indeks LQ45 turun 10,94 poin atau 1,55 persen ke posisi 696,17. Prediksi pergerakan IHSG hari ini mengarah ke pelemahan dalam rentang 6.100 hingga 6.280, menurut Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih.
Kekhawatiran pasar juga muncul dari meningkatnya perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa total tarif AS ke China mencapai 145 persen, dengan rincian 125 persen tarif resiprokal dan 20 persen tarif fentanyl. Diskusi formal antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Vietnam Ho Duc Phoc terkait tarif resiprokal Vietnam sebesar 46 persen juga menjadi sorotan.
Selain itu, pasar juga menantikan rilis kinerja keuangan kuartalan dari bank investasi seperti JPMorgan (JPM), Morgan Stanley (MS), dan BlackRock (BLK). Pasar saham AS Wall Street pada perdagangan Kamis terakhir ditutup dengan penurunan sebagai respons atas kebijakan Trump yang kembali menaikkan tarif impor terhadap China.
Di kawasan Asia, bursa saham regional juga mengalami penurunan, misalnya indeks Nikkei yang turun 4,48 persen, Kuala Lumpur turun 1,62 persen, Shanghai menguat 0,08 persen, dan Strait Times turun 2,40 persen. Pergerakan pasar saham ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar di Indonesia, terutama terkait dampak dari perang tarif AS-China.








