Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, penurunan jumlah pemudik Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah sebesar 4,6 persen tidak secara langsung mencerminkan pelemahan ekonomi nasional. Menhub menegaskan bahwa angka penurunan satu digit tersebut belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan signifikan. Dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah penurunan jumlah pemudik disebabkan oleh faktor ekonomi atau hanya karena preferensi masyarakat merayakan Lebaran di kota domisili. Menhub juga menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus memantau indikator-indikator pendukung sebelum mengambil kesimpulan tentang penyebab menurunnya jumlah pemudik Lebaran tahun ini. Meskipun realisasi jumlah pemudik turun 4,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan yang tidak signifikan itu dianggap bukan karena penurunan daya beli masyarakat. Dalam survei atau proyeksi sebelumnya, realisasi jumlah orang yang melakukan perjalanan Lebaran 2025 justru lebih tinggi 5,6 persen dari perkiraan awal. Data menunjukkan total pergerakan masyarakat secara nasional pada angkutan Lebaran 2025 mencapai sekitar 358.211.415 pergerakan, berdasarkan mobile positioning data (MPD) operator seluler. Menhub menekankan bahwa masih diperlukan analisis lebih mendalam sebelum melakukan kesimpulan final terkait penurunan jumlah pemudik Lebaran tahun ini.








