BTN mencatat peningkatan produktivitas tim sales setelah melakukan uji coba transformasi di beberapa kantor cabang. Transformasi ini dilakukan untuk mendukung program perumahan nasional dengan fokus pada pasar KPR non-subsidi. Program transformasi “New Sales Force Management” dilaksanakan secara bertahap dari Juli 2024 hingga Februari 2025 di berbagai kantor cabang BTN. Langkah ini merupakan upaya strategis Consumer Banking BTN untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga sales dalam bersaing di industri perbankan yang kompetitif. Melalui perubahan perilaku dan kebiasaan tenaga penjualan, diharapkan pertumbuhan bisnis BTN dapat meningkat hingga tiga kali lipat. Berbagai inisiatif seperti penetapan target penjualan, monitoring produktivitas, perhitungan insentif yang kompetitif, perubahan pada struktur tim, serta peningkatan kompetensi sales telah dilakukan dan akan terus dilanjutkan. Selain itu, BTN juga mengalihkan fokus tim sales untuk memperluas penetrasi ke konsumen end-user dan mitra pengembang. Melalui skema cross-selling dengan berbagai kementerian dan lembaga, BTN berupaya untuk menciptakan permintaan yang tinggi kepada pengembang guna mencapai profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan. Meskipun BTN dikenal sebagai pemain utama KPR subsidi, bank ini juga menggenjot penyaluran KPR non-subsidi untuk mencapai keuntungan yang lebih besar. Hingga akhir 2024, penyaluran KPR non-subsidi BTN mencapai Rp105,95 triliun atau meningkat 10,2 persen tahunan dari tahun sebelumnya. Dengan portofolio kredit yang didominasi oleh KPR non-subsidi, BTN terus berupaya untuk meningkatkan kontribusi dan profitabilitas perusahaan di industri perbankan.








