Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, memproyeksikan potensi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti pergerakan tren global pada perdagangan Jumat. Ini terjadi karena Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali meningkatkan tarif impor AS terhadap China menjadi 145 persen dari sebelumnya 125 persen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan investor terkait meningkatnya ketegangan antara kedua negara, yang dapat berdampak pada perdagangan barang senilai lebih dari 700 miliar dolar AS.
Perubahan kebijakan yang cepat oleh Donald Trump telah membuat pasar kehilangan kepercayaan terhadap AS. Kondisi volatilitas pasar saat ini dianggap sebagai peluang bagi Trump dan sejumlah investor lainnya untuk melakukan manipulasi pasar. Namun, pelaku pasar juga terkejut karena inflasi AS belum terpengaruh oleh kenaikan tarif impor sehingga memberikan ketenangan bagi mereka. Data inflasi AS menunjukkan penurunan yang mengakibatkan Federal Reserve dan Trump mempertimbangkan penurunan tingkat suku bunga.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa AS Wall Street mengalami pelemahan yang signifikan, dengan indeks Dow Jones turun 2,5 persen, indeks S&P 500 mengalami penurunan 3,46 persen, indeks Nasdaq terkoreksi sebesar 4,31 persen, dan indeks Russell 200 turun 4,27 persen. Di dalam negeri, kebijakan tarif Trump dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk bernegosiasi dengan AS dan memperluas kerja sama dengan negara lain guna mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul.
Secara keseluruhan, Indonesia masih memiliki ketahanan ekonomi yang kuat didukung oleh konsumsi domestik, sehingga dampak langsung dari tarif AS tidak terlalu signifikan. Hal ini karena AS merupakan pasar ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia. Dengan demikian, penurunan IHSG dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti perang tarif antara AS dan China, namun Indonesia tetap dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mengelola situasi ini secara lebih efektif.








