Menurut analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan, kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) diyakini tidak terpengaruh oleh kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang baru-baru ini membuat harga saham perusahaan turun. TUGU fokus pada asuransi domestik, terutama asuransi kebakaran dan properti, dengan pasar captive yang melibatkan Pertamina dan perusahaan BUMN serta non-BUMN lainnya. Diperkirakan kenaikan pendapatan premi akan mendorong pertumbuhan positif keuangan TUGU pada tahun 2025. Harga saham TUGU dinilai relatif murah, dengan PER yang jauh lebih rendah dari IHSG, serta PBV yang menunjukkan harga saham saat ini hanya sepertiga dari nilai bukunya. Selain itu, TUGU juga rutin membagikan dividen yang menarik bagi para investor. Meskipun harga saham TUGU turun sejalan dengan IHSG, pasar saham merespons positif terhadap penundaan implementasi tarif impor oleh Trump, yang mengakibatkan kenaikan signifikan IHSG pada hari Kamis.







