Semua pihak yang terlibat dalam dunia sepak bola di Indonesia diharapkan untuk melakukan perubahan dan peningkatan, terutama dalam hal perangkat pertandingan seperti wasit. Hal ini disampaikan oleh Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, yang mengatakan bahwa penting bagi semua pihak untuk berbenah demi kemajuan olahraga sepak bola. Menurutnya, hal ini meliputi regulasi, kualitas pemain, pelatih, dan bahkan jurnalis yang semuanya perlu diperbaiki untuk kebaikan sepak bola Tanah Air.
Eduardo Almeida juga menyoroti kasus dimana Semen Padang FC merasa dirugikan oleh keputusan wasit dalam beberapa pertandingan. Dia mengambil contoh tentang kartu merah yang diterima oleh pemain asal Ghana, Wakaso, dalam pertandingan melawan Persis Solo. Menurutnya, hukuman tersebut tidaklah adil karena tindakan Wakaso seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran. Emosi yang ditunjukkan oleh Wakaso di lapangan disebut sebagai bentuk kekecewaan dan frustasi terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya.
Manajemen Semen Padang FC bahkan melakukan riset internal untuk membuktikan ketidakberimbangan antara jumlah kartu yang diterima pemain mereka dengan jumlah pelanggaran yang dilakukan. Dalam menghadapi PSIS Semarang, Eduardo Almeida telah menyiapkan strategi terbaik untuk memastikan kemenangan timnya dan telah menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan dan emosi para pemain. Eduard Almeida juga menekankan pentingnya fokus pada permainan tim bukan pada potensi pelanggaran atau keputusan wasit yang kontroversial.








