Pada Kamis sore, IHSG Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap proses negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat terkait tarif resiprokal. IHSG ditutup menguat 38,22 poin atau 0,60 persen, mencapai posisi 6.438,27, sedangkan indeks LQ45 juga naik 5,44 poin atau 0,76 persen ke posisi 722,69. Pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang libur panjang akhir pekan, menunggu hasil dari proses negosiasi tersebut. China memberlakukan kebijakan nontarif yang dapat memengaruhi perdagangan dengan AS, memicu kekhawatiran terhadap gangguan produksi, peningkatan angka pengangguran, dan kenaikan inflasi. Jerome Powell juga menyatakan kekhawatirannya terhadap outlook inflasi. IHSG telah mengalami kenaikan sejak awal perdagangan hingga penutupan, dengan delapan sektor mengalami kenaikan, termasuk sektor infrastruktur, barang baku, dan properti. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.151.570 transaksi dengan total saham diperdagangkan senilai Rp9,76 triliun. Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times juga mengalami kenaikan. Saham-saham seperti CENT, NASI, FMII, BNBA, dan SOHO mengalami penguatan, sementara saham seperti LION, DOSS, BOAT, BEER, dan MEJA mengalami pelemahan harga.








