Monday, May 11, 2026
HomeBeritaLomba Tanam Pohon Matoa Kemenag untuk Hari Bumi 2025

Lomba Tanam Pohon Matoa Kemenag untuk Hari Bumi 2025

Setiap tahun pada tanggal 22 April, seluruh masyarakat dunia merayakan Hari Bumi sebagai panggilan untuk merenungkan pentingnya menjaga bumi dan seluruh ekosistemnya. Pada perayaan tahun ini, Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan dengan mengadakan lomba penanaman pohon matoa yang terbuka untuk partisipasi seluruh masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai simbol kepedulian dan ajakan nyata untuk merawat alam, serta untuk membangkitkan kembali kesadaran akan pentingnya mencintai bumi. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag menjadi penggerak utama dalam kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025.

Selain menanam pohon, masyarakat juga didorong untuk memperluas semangat pelestarian lingkungan melalui unggahan di media sosial, untuk menginspirasi lebih banyak orang melakukan aksi serupa. Program penanaman pohon matoa yang dicanangkan oleh Kementerian Agama memiliki beberapa aspek penting yang disampaikan melalui laman resmi Kemenag, mulai dari tujuan kegiatan hingga tata cara mengikuti lomba. Lomba ini tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam lomba ini, langkahnya cukup sederhana. Anda hanya perlu menanam pohon matoa, mendokumentasikan prosesnya dalam foto atau video, lalu unggah ke Instagram dengan menandai akun resmi @bimasislam dan @literasizakatwakaf. Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari ibadah ekologis dalam Islam. Peserta lomba juga berkesempatan untuk memenangkan 20 paket suvenir menarik yang disediakan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.

Lomba ini merupakan bagian dari program unggulan ekoteologi Kementerian Agama dengan harapan dapat mendorong adopsi kebiasaan menanam yang berkelanjutan oleh seluruh masyarakat. Gerakan penanaman pohon ini juga dijalankan dengan pendekatan kultural, sosial, dan digital untuk mencapai kalangan muda secara lebih efektif. Abu Rokhmad juga mengajak lembaga keagamaan seperti pesantren, masjid, dan majelis taklim untuk turut serta dalam gerakan ini, memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran lingkungan dari dini. Keseluruhan, lomba ini diharapkan bisa menjadi penghubung antara nilai-nilai keislaman dan kesadaran lingkungan hidup, untuk menghasilkan bumi yang lebih hijau dan sehat di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer