Emas tetap menarik perhatian, namun membelinya saat ini mungkin kurang tepat karena kenaikan harganya terbatas. Menurut ekonom keuangan Hans Kwee, lebih disarankan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi pemerintah saat ini. Dia menegaskan bahwa meskipun emas masih menarik, kenaikan harga yang terbatas membuat investasi obligasi pemerintah lebih menjanjikan. Dalam melakukan diversifikasi portofolio investasi, Hans menekankan pentingnya untuk memiliki alokasi dana tunai sebanyak 50 persen, obligasi sebanyak 30-40 persen, dan saham sebanyak 10-20 persen. Dia juga membahas bahwa kenaikan harga emas dunia saat ini mencerminkan ketidakstabilan ekonomi global dan resesi potensial akibat perang dagang antara AS dan China. Hans berpendapat bahwa kepercayaan investor terhadap pemerintah dan APBN tercermin dalam lelang SUN yang sukses pada Maret 2025. Meskipun harga emas global mengalami penurunan, harga emas Antam dari Logam Mulia mengalami lonjakan. Dengan kondisi pasar yang tidak stabil, memperhatikan saran dari para ahli adalah langkah bijak dalam mengelola investasi Anda.








