Perkembangan pasar keuangan dan kebijakan pemerintah baru memiliki dampak signifikan terhadap investasi di Indonesia. PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) mengajak masyarakat dan investor untuk memahami kondisi makroekonomi dan dinamika global guna mengidentifikasi peluang investasi yang relevan. CEO Sucor AM, Jemmy Paul Wawointana, menekankan pentingnya memperhitungkan perubahan dalam negeri dan luar negeri, seperti perubahan kebijakan AS, suku bunga global, dan ketegangan geopolitik, dalam pengambilan keputusan investasi. Dia juga menyoroti pentingnya arahan, pandangan objektif, dan strategi yang dapat diandalkan bagi para investor.
Dalam acara Market Outlook 2025: Navigating Investments in New Regime yang diadakan oleh Sucor Stage, para ahli ekonomi dan manajer dana berbagi pandangan dan strategi investasi. Pandangan yang optimistis terhadap instrumen obligasi disampaikan oleh Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, yang menggarisbawahi bahwa pasar obligasi masih bisa menjadi pilihan investasi yang menarik. Sementara itu, pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim mengingatkan investor untuk tidak hanya mengikuti tren tanpa pemahaman yang cukup. Dia menekankan pentingnya memperhatikan fundamental dan memahami pasar sebelum berinvestasi.
Para manajer dana menyarankan pendekatan investasi yang disesuaikan dengan profil risiko dan horizon waktu investor. Produk unggulan dari Sucor AM, seperti Sucorinvest Equity Fund (SEF), Sucorinvest Money Market Fund (SMMF), dan Sucorinvest Monthly Income Fund (SMIF), direkomendasikan untuk investor dengan gaya investasi yang berbeda. Dengan dana kelolaan yang terus berkembang, yaitu sebesar Rp26,7 triliun pada Maret 2025, penetrasi Reksa Dana Sucor AM semakin meluas dan mencapai lebih dari 2,2 juta investor. Mulai dari informasi tentang kondisi makroekonomi hingga strategi investasi yang relevan, Sucor AM terus berupaya memberikan panduan yang diperlukan bagi investor di tengah ketidakpastian pasar global dan domestik.








