Belajar dengan konsentrasi memang menjadi tantangan, terutama ketika waktu terus berlalu dan tugas semakin menumpuk. Seringkali, informasi yang sudah dipelajari dengan tekun justru sulit diingat ketika diperlukan kembali. Kendala ini lumrah terjadi, terutama saat pikiran lelah atau dipenuhi dengan pikiran lain. Namun, kini ada metode belajar yang mulai diminati karena dianggap efektif dalam mempertahankan ingatan tanpa harus terus-menerus mengulang materi dalam waktu singkat. Teknik ini dikenal dengan nama spaced repetition, yang membantu menjadwalkan waktu belajar secara bertahap agar informasi dapat bertahan lebih lama dalam ingatan.
Spaced repetition bekerja dengan memberikan interval waktu tertentu antara sesi-sesi belajar sebelum materi yang sama dipelajari kembali. Meskipun terdengar kontradiktif, namun teknik ini memang memperbolehkan otak untuk “melupakan” informasi sejenak sebelum mengulangnya kembali. Keunggulan utamanya terletak pada saat otak berusaha mengingat kembali informasi yang hampir hilang, semakin sering diulang maka kemampuan otak untuk mengingat akan semakin kuat. Dengan demikian, teknik ini mendorong otak untuk bekerja lebih keras dalam proses mengingat, sehingga informasi dapat tersimpan lebih lama dalam memori jangka panjang.
Berbeda dengan metode belajar sekaligus dalam waktu singkat yang hanya menyimpan informasi di memori jangka pendek, Spaced repetition membantu informasi untuk “berpindah” ke memori jangka panjang. Semakin sering materi diulang dengan interval waktu yang tepat, semakin mudah otak akan menyimpan informasi tersebut secara permanen. Teknik ini terbukti lebih efektif dalam mempertahankan informasi dibandingkan dengan cara belajar sekaligus dalam waktu singkat.
Untuk menerapkan spaced repetition secara maksimal, sebaiknya teknik ini diterapkan segera setelah selesai mempelajari materi baru. Jangan menunda atau menunggu ujian untuk mengulang kembali materi. Ada beberapa langkah yang bisa diikuti, seperti merangkum materi dengan kata-kata sendiri setelah belajar, menguji diri dengan metode active recall keesokan harinya, mengulangi tes diri tiga hari kemudian, dan mengulang kembali materi satu minggu setelahnya. Meskipun membutuhkan waktu, teknik ini memberikan hasil yang lebih efektif dalam mempertahankan informasi jangka panjang.
Selain itu, tips belajar dengan metode spaced repetition juga membantu untuk menjadikan sesi belajar lebih efektif. Misalnya, membuat sesi belajar singkat namun rutin, membagi materi ke dalam beberapa topik, menghubungkan materi baru dengan materi sebelumnya, dan membuat ringkasan atau checklist sebagai pengingat setiap kali belajar. Teknik ini tidak hanya berguna bagi pelajar dan mahasiswa, namun juga bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan mengingat dalam jangka panjang, baik dalam lingkup pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.








